Berita SDN 1 Bantul

Sambut Mr. John Bass, SDN 1 Bantul Hidupkan Kembali Kemitraan Sekolah dengan Australia melalui BRIDGE School Partnerships Program

BANTUL – SDN 1 Bantul kembali memperkuat jejaring internasional yang difasilitasi oleh Australia-Indonesia BRIDGE School Partnerships Program. Langkah ini merupakan program re-partnering BRIDGE antara SDN 1 Bantul dengan Geraldton Grammar School, Australia, setelah kemitraan serupa dengan sekolah lain pada tahun 2012 sempat tidak aktif. Kemitraan ini resmi dimulai kembali melalui kunjungan guru mitra, Mr. John Bass, sebagai upaya revitalisasi kemitraan sekolah internasional. Kunjungan yang berlangsung selama lima hari, mulai tanggal 19 hingga 23 Januari 2026 ini, diisi dengan beragam aktivitas edukatif, eksplorasi budaya, hingga aksi nyata peduli lingkungan.

Hari ke-1: Penyambutan Meriah dan Dukungan Dinas Pendidikan

Rangkaian kegiatan dibuka pada Senin (19/1/2026) dengan Welcome Ceremony yang berlangsung khidmat namun meriah. Selain guru, staf, dan para murid SDN 1 Bantul, acara penyambutan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting yang memberikan dukungan penuh terhadap program ini, antara lain:

  • Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bantul, Bapak Nugroho Eko Setyanto, S.Sos., MM;
  • Koordinator Pengawas Sekolah Kabupaten Bantul, Ibu Tutik Saptiningsih, M.Pd;
  • Pengawas Sekolah Kapanewon Bantul, Ibu Umi Fatonah, M.Pd;
  • Perwakilan Komite Sekolah, Bapak Imam Nawawi dan Ibu Titin Erliyanti.

Kemeriahan acara semakin terasa dengan unjuk kebolehan ekstrakurikuler drumband yang menyambut kedatangan tamu, disusul dengan Art Show berupa penampilan musik angklung bersama biola dilanjutkan penampilan tari daerah sebagai representasi budaya lokal.

Dalam sambutannya, Bapak Nugroho Eko Setyanto menyampaikan apresiasi dan harapan besarnya. Beliau berharap melalui program BRIDGE, SDN 1 Bantul dapat mengambil sisi positif dan keunggulan dari sistem pendidikan di Australia untuk diterapkan di sekolah, serta dapat membantu menjalin kembali kemitraan dengan sekolah di Australia. Lebih jauh, beliau menekankan pentingnya praktik baik tersebut diimbaskan ke sekolah-sekolah lain agar kualitas pendidikan di Bantul dapat maju bersama.

Agenda hari pertama ditutup dengan sesi diskusi inspiratif mengenai sistem pendidikan Australia bersama para guru SDN 1 Bantul serta melibatkan para Kepala Sekolah dalam satu gugus.

 

Hari ke-2: Pembelajaran Interaktif dan Kreativitas Murid

Memasuki hari kedua, Selasa (20/1/2026), Pak John terjun langsung berinteraksi dengan murid. Di kelas 4C, Pak John mengajak murid menceritakan jadwal kegiatan harian mereka (daily activities), mulai dari bangun tidur hingga kembali beristirahat. Cerita tersebut menjadi pengantar alami untuk masuk ke materi utama, yaitu Telling Time. Para murid sangat antusias saat diajak mempraktikkan cara menyebutkan waktu dalam Bahasa Inggris untuk setiap aktivitas yang mereka lakukan. Suasana semakin akrab saat beliau memandu games “Bola Diam” dan “Tebak Aku”.

Kreativitas murid juga diasah melalui Recycle Project di kelas 5A dan 5B. Murid-murid menyulap galon bekas menjadi pot tanaman estetis. Sementara itu, di kelas seni budaya, perwakilan murid kelas 4 mengenalkan teknik Batik Monoprint dan Ecoprint Pounding. Pak John terlihat antusias dan ikut berpartisipasi membuat motif alami di atas kain bersama para murid.

Hari ke-3: Sinergi Literasi Budaya, Aksi Lingkungan, dan Kecakapan Hidup

Pada Rabu (21/1/2026), Pak John berbagi cerita rakyat Australia “Tiddalick the Frog” kepada murid kelas 1C. Melalui dongeng, nyanyian, aktivitas mewarnai, dan permainan warna, pembelajaran berlangsung sangat menyenangkan.

Komitmen terhadap lingkungan diperkuat dengan aksi penghijauan bersama murid kelas 5C dan 5D. Para murid menanam bibit tanaman bernilai guna, seperti cabai, tomat, terong, dan lidah buaya pada pot hasil kreasi hari sebelumnya. Kegiatan hari ini ditutup dengan latihan Pramuka Penggalang kelas 5 yang fokus pada kecakapan hidup, yaitu mempraktikkan proses penjernihan air sederhana.

Hari ke-4: Ekskursi Budaya, Sejarah, dan Ekonomi Tradisional

Kegiatan hari Kamis (22/1/2026) diisi dengan perjalanan edukatif mengenal Yogyakarta. Rombongan mengunjungi Museum Gunung Merapi (MGM) untuk mempelajari aktivitas vulkanik Gunung Merapi, dilanjutkan merasakan atmosfer ekonomi tradisional di Pasar Bringharjo, dan diakhiri dengan menyelami sejarah peradaban Jawa melalui koleksi manuskrip serta artefak di Museum Sonobudoyo.

Hari ke-5: Kesan Mendalam dan Kemitraan Berkelanjutan

Rangkaian kunjungan ditutup pada Jumat (23/1/2026) dengan senam sehat bersama seluruh warga sekolah. Pak John juga berpamitan kepada para murid di akhir senam tersebut. Selanjutnya, Pak John dan guru mitra, Bu Utami dan Bu Puji, melakukan rapat terbatas membahas rencana program kemitraan berkelanjutan antara kedua sekolah, SDN 1 Bantul dan Geraldton Grammar School.

Dalam Farewell Ceremony sederhana yang dihadiri oleh para guru dan staf, Pak John mengungkapkan rasa bahagia dan kesan mendalamnya selama berada di SDN 1 Bantul. “Saya senang berada di SDN 1 Bantul karena semua warga sekolah ini baik dan ramah. Saya juga menikmati berbagai kegiatan di sini,” ungkap Pak John mengapresiasi keramahan tuan rumah.

Kunjungan ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi kolaborasi SDN 1 Bantul dan Geraldton Grammar School di masa depan.

(Tim Redaksi Web SDN 1 Bantul)

Tags :
Share This :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *