Hari Selasa tanggal 12 November 2024 telah diadakan imunisasi BIAS di SD 1 Bantul. Kali ini pesertanya adalah siswa kelas 1 dan kelas 2 mendapat imunisasi DPT dan bagi siswa kelas 5 dan 6 khusus putri mendapat imunisasi HPV. Sesuai komitmen SD 1 Bantul sebagai sekolah sehat, Informasi dan edukasi kepada wali terkait pentingnya imunisasi telah disampaikan jauh-jauh hari.
Di balik imunisasi yang telah terselenggara kemarin, ada cerita istimewa dari para bunda seputar obrolannya dengan sang buah hati. Juga obrolan antar siswa tentang imunisasi. Dari obrolan ini kita bisa melihat betapa siswa siswi SD1 Bantul bisa belajar hingga menemukan insight dari berbagai peristiwa di sekitar mereka. Dari cerita para bunda berikut kita pun bisa mengetahui bahwa identitas sekolah yang berjajar itu bukanlah sekedar slogan tapi terintegrasi dalam pembelajaran.
Terima kasih secara khusus kami sampaikan pada para orang tua wali murid SD1 Bantul yang membantu putra putrinya belajar, mengamati dan menganalisa lingkungan sekitarnya. Hal ini juga sebagai bukti bahwa para wali murid SD 1 Bantul memahami makna identitas sekolah. Sehingga begitu peduli pada pembelajaran siswa dan kreatif menjadikan obyek disekitar ananda sebagai bahan belajar.
Dari peristiwa imunisasi kemarin banyak siswa yang belajar memvalidasi emosinya. Beberapa orang tua menyampaikan, imunisasi kemarin menjadi ajang untuk mengajarkan pada ananda agar bisa menyampaikan apa yang dirasa, semisal takut, sakit,tidak nyaman dan sebagainya. Selain sejalan dengan profil SD1 Bantul sebagai sekolah ramah anak, Pembelajaran validasi emosi ini sungguh besar pengaruhnya pada kesehatan mental anak anak di kemudian hari.
Ada pula bunda yang bercerita bahwa imunisasi kemarin mengasah daya nalar putranya. Sang putra menanyakan pada mamanya, ” kenapa harus di imunisasi?”. ” Obat imunisasi dibuat dari apa?”. “Mengapa imunisasi diberikan pada anak kecil? Orang tua nggak? Padahal orang tua juga bisa kena sakit”. Dan masih banyak lagi pertanyaan menggelitik dari ananda yang tentunya tidak cukup dijawab “ya” dan “tidak”. Karena mereka bertanya dengan kata kenapa? Mengapa?.Tak banyak hari ini siswa yang bisa bertanya mengapa dan kenapa? Sungguh pertanyaan ini adalah hal yang bagus, apalagi yang bertanya baru kelas 1.
Cerita yang tak kalah serunya juga muncul dari siswa yang tak ikut imunisasi yakni siswa kelas 3,4 dan siswa putra di kelas 5, 6. Tak sengaja penulis mendengar obrolan 2 bocah yang menunggu jemputan membicarakan soal imunisasi. Salah satu dari mereka mengatakan, ” imunisasi itu penting supaya generasi Indonesia sehat. Tubuh kita kalau imunisasi bisa melawan virus yang masuk. Soalnya dia sudah mengenali cara melawan virusnya”. Dan kerennya kawannya menimpali. “Iya, kalau generasi sehat, Indonesia bisa maju.” MasyaAllah, senang sekali mendengar obrolan 2 bocah ini. Nampaknya tepat SD 1 Bantul mendapat gelar sekolah kependudukan. Ternyata siswanya sudah sadar salah satu hal penopang pembangunan di negeri ini, yakni adanya generasi yang sehat.
Obrolan lain yang juga penulis dengar, kali ini nampaknya siswa kelas 6 putra yang diskusi tentang apa bedanya virus dan bakteri? Sampai mereka bercita cita menjadi pakar biologi molekuler. Entah dari mana mereka mendengar profesi itu tapi yang jelas mereka telah berfikir visioner.
Selamat untuk para ananda semua yang menemukan insight dari imunisasi kemarin. Mulai belajar validasi emosi, cara kerja vaksin, sampai jadi pakar biologi molekuler. Semoga sukses menyertai kalian. Terima kasih juga buat semua jajaran puskesmas 2 Bantul dan bapak ibu guru yang turut menyukseskan BIAS kali ini.
Buat para ayah bunda. Tetap semangat dampingi ananda. Bersama, Yuk bantu ananda temukan isght-insight baru dari sekitarnya.