Lazim terjadi, para orang tua—terkhusus bunda—ikut merasa deg-degan saat ujian sekolah menjelang. Aneka strategi disusun rapi agar ananda mendapat hasil terbaiknya. Tindakan protektif seperti menyita HP 📱, membatasi waktu bermain 🎮, memaksa anak ikut les tambahan 📚, hingga janji manis berupa hadiah menarik 🎁 sering kali dilakukan agar fokus belajar ananda tak terpecah.
Namun, ironisnya, hal-hal tersebut tak jarang justru membuat ananda merasa tertekan. Alih-alih semangat belajar, anak malah kehilangan konsentrasi. Bahkan, tak jarang saat belajar persiapan ujian, anak dan orang tua sama-sama tantrum 😤. Lantas, apa yang sebenarnya bisa dilakukan orang tua saat mendampingi ananda menghadapi ujian?
Kunci Utama: Menumbuhkan Fitrah Belajar
Setiap anak sejatinya adalah pembelajar sejati. Sikap suka belajar merupakan karakter dasar manusia. Ingatlah saat ananda belajar berjalan 🚶♂️; meski terjatuh berkali-kali, mereka terus berusaha hingga akhirnya berhasil. Jika kini ananda sulit belajar, itu tanda fitrah belajarnya mulai tergerus.
💡 Solusi utama bukan memaksa anak ikut les tambahan, tetapi bagaimana kita sebagai orang tua dapat menumbuhkan kembali fitrah belajarnya.
Selain itu, pahami bahwa ujian hanyalah alat asesmen untuk mengukur kemampuan. Jika hasilnya belum baik, gunakan itu sebagai bahan diskusi santai bersama ananda untuk mencari tahu apa kesulitannya.
Prinsip Mendampingi Belajar Ananda
1️⃣ Fokus pada pemahaman, bukan sekadar menjawab soal.
Target pendidikan adalah anak-anak memahami apa yang dipelajarinya dan mampu menerapkannya dalam kehidupan nyata, bukan hanya lulus ujian.
2️⃣ Ciptakan suasana belajar yang menyenangkan. 😄
Belajar adalah proses yang seharusnya penuh kebahagiaan. Jika orang tua—terutama bunda—bahagia, vibes positif itu akan menular pada ananda. Sebaliknya, jika bunda khawatir berlebihan, ananda bisa menangkap sinyal tersebut dan ikut cemas.
Langkah-Langkah Mendampingi Ananda
🚫 Hindari Belajar Sistem Kebut Semalam (SKS).
Belajar dadakan hanya membuat anak hafal sementara, tapi belum tentu paham. Lakukan pembelajaran secara berkala dengan kuis kecil untuk mengukur pemahaman.🧠 Pahami bahwa tiap anak itu unik.
Setiap anak memiliki kemampuan berbeda. Jika ada materi yang belum dikuasai, tetap tenang dan cari tahu bakat mereka. Fokuslah pada pengembangan bakat daripada mengejar kekurangan.🛋️ Kenali gaya belajar ananda.
- Anak kinestetik: Berikan waktu untuk bergerak terlebih dahulu, misalnya bermain bola ⚽ sebelum belajar.
- Anak visual: Bantu dengan membuat rangkuman atau stabilo warna-warni di buku 📒.
- Anak tipe pemikir: Ciptakan suasana tenang dan fokus saat belajar.
❤️ Penuhi bahasa cinta ananda.
Kenali apa yang membuat mereka merasa dicintai. Apakah melalui pujian 🏅, hadiah, sentuhan 🤗, waktu berkualitas ⏳, atau pelayanan? Misalnya, anak yang suka pujian akan termotivasi dengan kata-kata seperti “Kamu anak yang hebat dan sholeh, pasti bisa mengerjakan ini dengan baik!”📝 Ajarkan manajemen gagal.
Jika hasil ujian tak sesuai harapan, tetap tenang dan jadikan itu pembelajaran. Apalagi jika ananda sudah berusaha keras. Ajarkan bahwa kegagalan adalah bagian dari proses belajar, bukan akhir segalanya.
Akhir Kata
Ingatlah, mendampingi ananda belajar bukan hanya tentang hasil ujian, tetapi juga menanamkan nilai, kebiasaan baik, dan rasa cinta pada proses belajar itu sendiri. Semoga Allah memudahkan kita semua dalam mendidik dan menemani ananda menuju masa depan yang gemilang. 🌟
🤲 Semangat terus, Ayah Bunda!
penulis: Titin Erliyanti
One Response
Sangat menginspirasi.terimakasih